Monday, December 24, 2018

The Voice Romania 2018 - Bogdan Iodan

Asli ini keren nggak sih?

Walaupun nggak ngerti bahasa Romania, tapi aku akuin aku seperti melihat konser Michael Jackson lagi.

And I heard that he won the competition this year. Congrats Bogdan!


Saturday, February 17, 2018

Review: Black Panther

Related image 

Awalnya nih, aku agak skeptis untuk menonton film Black Panther, karena aku (jujur) aku agak sebal dengan T'Challa pas nonton Captain America: Civil War. Didukung dengan fakta bahwa dia memilih berada di sisi Iron Man daripada Captain America.

Tapi setelah aku nonton dengan khidmat, aku mendadak 'jatuh cinta' dengan film ini. Keren abis! Sebetulnya inti ceritanya sederhana banget. Tapi didukung dengan akting para aktor/aktris-nya yang maksimal, visual effect yang oke berat, plot twist-nya yang bikin melongo. Bahkan lagu-lagu soundtrack pendukungnya asyik banget. Nggak ada yang nggak asyik. 

Entah kenapa Chadwick Boseman mendadak jadi ganteng aja di sini. Haha! :D (Sori Cap, aku tetap cinta padamu kok!)

Yang lebih kerennya lagi, si tokoh antagonis - Killmonger (diperankan oleh Michael B. Jordan) bikin film ini terasa banget gregetnya, karena jahatnya itu dominan banget! Jadi kita kayak perang batin mau ngelawan dan mihak T'Challa, tapi karena Killmonger terlalu kharismatik seperti Loki, jadi kita antara gemes-gemes gimana gitu. Pokoknya keren deh!

Nilai plus yang aku adore banget dari film ini, hubungan T'Challa dengan keluarga dan teman dekatnya, terutama hubungan dia dengan Shuri (adik perempuannya). Lucu dan sibling goals banget! 

Asli, aku nggak bisa complain apa-apa, karena semuanya keren.

Yang aku sesalkan cuma satu, kenapa aku nggak menonton dengan versi iMax! Pasti jauh lebih keren! 

Your Highness T'Challa, you are now have a new fan. ;)

Sunday, December 24, 2017

Opini: Ayat-ayat Cinta 2

Ayat Ayat Cinta 2 Poster.jpg 

Saya baru saja menonton film Ayat-ayat Cinta 2, yang di mana tanpa menonton film pertamanya terlebih dahulu (Ayat-ayat Cinta) - tapi saya sudah membaca bukunya.

Dengan menulis opini di blog ini, saya hanya menuliskan pendapat saya tanpa memojokkan atau merendahkan pihak mana pun. Saya sadar saya hanya seorang penonton dan punya pandangan yang (mungkin) berbeda dengan penonton lainnya.

PERINGATAN: Jika tidak ingin spoiler, mohon jangan membaca opini saya.

Adegan demi adegan ditawarkan dengan sangat cepat di awal. Tokoh-tokoh diperkenalkan satu per satu layaknya halilintar - muncul dalam hitungan detik. Dikarenakan banyaknya tokoh wanita pendukung di sini, saya maklum jika tahap perkenalan ini begitu kilat.

Keira, Brenda, Hulya, dan Sabina - deretan tokoh wanita di film ini.
Hulusi, Misbah - deretan tokoh laki-laki pendukung/pendamping Fahri.

Ada beberapa bagian yang membuat saya bertanya-tanya, seperti apa latar belakang kemunculan Misbah di rumah Fahri dengan tiba-tiba? Siapakah dia? Seperti apa kebencian Nenek Katerina terhadap umat islam? Tidak kah Keira dan ibunya curiga dengan kemunculan 'guardian angel' yang mampu memberikan kursus dengan guru biola terbaik untuk Keira? 

Yang membuat saya agak terganggu adalah bagaimana penyampaian dwi-bahasa yang (kesannya) tercampur aduk selama film berlangsung. Ada kalanya mereka menggunakan bahasa indonesia, ada kalanya mereka menggunakan bahasa inggris. Di saat di mana tidak semua orang di situ adalah orang Indonesia, hal ini cukup mengganggu saya. 

Belum lagi adegan di saat Fahri harus melakukan debat ilmiah dengan dosen-dosen liberal di kampusnya. Saya tidak melihat sedikit pun di mana letak 'ilmiah'-nya. Menurut saya debat itu terkesan sangat umum dan tidak rumit. Yang saya juga tidak mengerti, kenapa bisa ada Nenek Katerina berada di tempat itu, apakah dia memang sengaja diundang? Toh, dia bukan dosen atau mempunyai hubungan kerabat dengan dosen-dosen di situ.

Saya juga tidak melihat alasan/latar belakang kenapa Sabina bisa tiba-tiba muncul begitu saja di sekitar kehidupan Fahri. Apakah memang sedari awal Sabina tahu Fahri sudah tinggal di Edinburgh? 

Banyak sekali adegan-adegan terjahit dengan cepat tanpa memunculkan sisi emosional. Hal ini sangat disayangkan karena mengingat judul film yang sebelumnya laris dan menjanjikan. 

Lucunya, di beberapa bagian, ada adegan-adegan emosi yang terlampau mencuat, yang mampu membuat saya menitikkan air mata. Kejomplangan pasang-surut emosi dari film ini membuat saya geleng-geleng kepala. 

Yang terakhir, saya benar-benar tidak paham dengan tokoh antagonis yang sedari awal tidak dimunculkan, namun mampu membuat plot twist yang tertekuk tajam. Kalau logikanya, kenapa hal ini tidak dimunculkan saja sedikit demi sedikit dari awal? Kenapa juga Sabina harus menyebutkan namanya? Kalau memang mencurigakan, seharusnya dia pergi saja dari situ, bukan?

Saya juga tidak paham sistem yang terakhir sebagai ending dari film ini. Menurut saya hal ini sebetulnya sudah tidak perlu, esensinya juga sudah hilang. Namun lagi-lagi saya sebagai penonton harus merasa puas dengan cerita yang disajikan.

Tokoh Fahri sendiri terasa terlalu sempurna, sehingga kekurangan yang dia berikan nyaris tidak terlihat, dan hal ini juga tidak membuat batin saya puas.

Saya hanya seorang penulis pemula, namun saya entah kenapa saya bisa menyadari bagian-bagian penting yang selama ini diajarkan saya, hilang selama film berjalan. Mungkin karena mengejar tayangnya yang tidak boleh lebih dari 120 menit? Saya juga kurang paham.

Singkat kata, film ini layak ditonton dan bisa menjadi hiburan penutup tahun yang cukup baik.

Saturday, September 23, 2017

Happy Birthday To Me? - The Magical of 23 September



When people ask, "what do you want as your birthday?", what would you answer?

Merayakan ulang tahun itu seperti merasakan sebuah "bittersweet" tersendiri. Kenapa? Di saat kita merayakan hari kelahiran kita, di saat itu pula umur kita berkurang. Sounds dark, does it? But, that's the fact.

Jadi, pengennya hadiah apa? Entahlah.

Terkadang ada sih keinginan diberi kejutan oleh orang-orang terdekat. Karena menurutku, bentuk perhatian itu sebetulnya lebih penting daripada hadiah itu sendiri. Bukannya aku tidak senang dikasih hadiah. Karena tidak semua orang ingat ulang tahunku, kan? Aku sendiri bukan tipe yang suka menjadi pusat perhatian. I'm an introvert, remember? But it's nice to be noticed sometimes, especially when it involves to birthday. Yah, walaupun aku tahu dengan kondisi dan situasi seperti sekarang, hal itu sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Deeply inside, I just want to be appreciated.

Nevertheless, I feel so grateful and fortunate to have lived until this very moment. For every precious lesson that I learned, every step that has made me strong and brave, every challenge that I've faced - they all what made me today.

Semua doa dan harapan selalu aku rangkum dalam hati setiap hari, sambil terus mendoakan yang terbaik untuk aku dan keluargaku. 

Di saat aku terseret-seret, di saat aku jatuh, di saat aku bangkit, di saat air mata menetes kemudian mengering, di saat hati sudah tidak sanggup membendung kekecewaan. Di saat itulah aku belajar untuk bangkit, walau hati sudah terlanjur luka, belajar untuk berdamai dengan diri sendiri, belajar untuk terus berharap kepada Allah SWT.

So, happy birthday to me! Hopefully in this beautiful day, every thing becomes beautiful from now on and to the future! :)

Monday, September 18, 2017

Welcome To The Place Where Bad People Don't Realize That They Are Bad To Others

Ke mana moral dan akhak baik manusia saat diperlukan?

Terkadang saya miris melihat tingkah dan moral yang kian lama kian turun, semakin kurangnya tepa selira, kurang menghargai orang lain, kurang mau mengerti kondisi orang lain, semakin banyaknya orang yang gila hormat, suka menghakimi orang lain tanpa mengintrospeksi dirinya sendiri.

Di mana saya berani bilang:

Welcome To The Place Where Bad People Don't Realize That They Are Bad To Others

Saya tidak bilang saya adalah manusia yang paling sempurna, paling baik, paling cantik, dan lainnya. Tapi saya mencoba dengan teramat sangat, untuk terus memperbaiki diri saya setiap harinya, dengan ilmu agama yang terus saya asah, demi mencapai versi terbaik dari diri saya sendiri. Dan demi kebaikan dunia dan akhirat juga.

Ada beberapa kasus, saya yang dibilang sombong, saya yang menciptakan jarak kepada orang lain, di mana saya sebetulnya hanyalah seorang manusia 'introvert' yang sulit bersosialisasi. Kebetulan saya berada di lingkungan yang penuh dengan orang-orang 'judgmental' dan 'close-minded' ; intinya mereka tidak menyukai perbedaan. Hal ini yang menjadi gesekan besar dan membuat saya terus 'dipukul mundur' supaya saya 'mati' dalam perjalanan saya.

Orang-orang yang tidak mau mencoba merendahkan hati, bahwa mereka juga manusia biasa, bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan, bahwa sebenarnya kita bisa saling bekerja sama dan saling melengkapi.

Satu lagi yang ingin saya garis bawahi:

Selamat Datang Di Sebuah Lingkungan Di Mana Kebersamaan Hanyalah Sebuah Mimpi Kosong

Didukung dengan ego yang berkelanjutan dan watak yang tidak bisa diubah, gesekan besar tadi secara tidak langsung menciptakan sebuah 'win-lose relationship'.

Di mana garis 'finish' hanya milik seseorang dengan peringkat tertinggi. Yang lain hanyalah aksesoris.Yang begitu gampangnya dibuang begitu saja, tanpa menyadari nilai yang selama ini sudah dipegang teguh dan pengabdian yang beralaskan keringat dan air mata tanpa pamrih.

Siapa yang tahu? Atau sebetulnya tahu, tapi pura-pura tidak tahu?

Apa ini semua karena faktor suka? Dan tidak suka? Adilkah itu? 

Kalau ngomong keadilan, sering sekali saya mendengar, "di dunia ini tidak ada yang adil." 

Bagaimana kalau saya teriak, "then why can't you act like one? Create one? Why can't you be the example?"

Dan ha, ha, ha. Semua omongan saya terdengar seperti 'dark comedy' yang terasa pahit di tetes pertama. Useless. 

Being not listened to is one thing, but being underestimated? Well, there's another thing.

Aren't you feel tired with all this drama? Aren't you feel like, "o, you're talking about that sh*t again."? 

That's the beauty of close-minded people. They don't evolve.

And they don't care about other people who have no beneficial to them.

Welcome To The Place With The Endless Drama.

Saturday, September 9, 2017

Toxic People - Here and There

Saya gak pernah bisa mengerti kenapa orang bisa bersikap 'toxic' terhadap orang lain, dan tidak merasa bersalah sama sekali. Orang-orang 'toxic' tidak pernah merasa perlu meminta maaf, walaupun dia yang bersalah.

Saya mengenal sebuah lingkungan, yang di mana isinya sebagian besar adalah orang-orang 'toxic' dengan sikap yang 'toxic'. 'Toxic' di sini adalah racun. Yang dimaksud orang 'toxic' adalah orang yang selalu menebarkan sikap negatif terhadap lingkungannya sehingga lingkungan tersebut dalam kuasanya, yang disebut dengan 'toxic behavior'.

Ada yang bersikap sebagai manipulator ulung, dengan tingkat jaim yang luar biasa. Siapapun yang ada di hadapan dia, merupakan orang yang salah, dan dia selalu benar. Ketika orang ini salah, dia dengan tenang menunjuk dengan tangannya, dan mengatakan bahwa orang ini merupakan sumber masalah dari semua masalah. Orang-orang 'toxic' selalu berfokus kepada masalah, bukan solusi.

Ada juga yang selalu iri atas keberhasilan orang lain. Ketika ada maunya, dia baru baik kepada orang itu, ketika gak ada maunya, dia akan berusaha sekuat mungkin menjelek-jelekkan orang tersebut supaya namanya buruk di hadapan orang lain. Bahkan tak segan membuat fitnah. 

Bayangkan kalau orang 'toxic' ini lebih dari satu. Grup orang 'toxic' juga tidak membuat keadaan lebih baik, tapi lucunya ada beberapa situasi yang membuat yang berwenang cenderung 'mengabaikan' fakta ini demi kepentingan pribadi.

Saya bersyukur diberikan pelajaran tentang hal ini, jadi saya mengetahui apa yang harus dilakukan.

Saran saya, apabila kalian sudah tidak tahan dengan lingkungan seperti ini, jauhkan diri kalian darinya. Karena hal ini bisa menjadi penyebab berbagai macam penyakit mematikan, dan tidak bisa dianggap remeh.

Berikut link dari salah satu artikel yang saya temukan mengenai ciri-ciri 'toxic people':
Ciri-ciri 'Toxic People'

Sunday, August 27, 2017

Sharon Carter?

This is about Captain America and Sharon Carter. Again.

Can I speak a bit about this?

Since Anthony and Joe Russo didn't specifically focused on the love story between Steve Rogers and Sharon Carter, I came with new ideas.

Is it possible to just have Sharon in one of those Marvel's TV series? I mean, like, Agent's of SHIELD (a cameo, maybe?), or create a new serial? Agent Carter is cancelled. Why can't we create another one? Like, Agent 13? We can move on to the life of Sharon after SHIELD fell, or after Cap went AWOL. If Marvel is afraid to create another story with the lead of female superhero, you can add Hawkeye, or Bobbi Morse (Mockingbird)! I miss Bobbi Morse so bad, I want her back to Agents of SHIELD. :( By adding new characters, it could spice up the story (with good story line, of course!). Maybe this could be projected once the Infinity War ends. Since Cap will pass the shield to someone else (Bucky, maybe?), so I think it could be a good start to build a new story with Sharon as well. Maybe the same timeline with the New Avengers? ;) Ooo, I'm excited with my own ideas! :D

But, please, Marvel, could you, please, at least, consider this? Pretty pleaaaaase......

I like Sharon Carter. But I feel like her performance so far was underrated. She's as good as Black Widow, or maybe even better! ;)

I just read another article about her possibility of involved in Avengers 3 Infinity War, and she said she's not involved.

Read the details over here:

Marvel, I'm begging you get Agent 13 to be under the spotlight! Make her as an awesome agent as she is! Please, just give it a try!