Ke mana moral dan akhak baik manusia saat diperlukan?
Terkadang saya miris melihat tingkah dan moral yang kian lama kian turun, semakin kurangnya tepa selira, kurang menghargai orang lain, kurang mau mengerti kondisi orang lain, semakin banyaknya orang yang gila hormat, suka menghakimi orang lain tanpa mengintrospeksi dirinya sendiri.
Di mana saya berani bilang:
Welcome To The Place Where Bad People Don't Realize That They Are Bad To Others
Saya tidak bilang saya adalah manusia yang paling sempurna, paling baik, paling cantik, dan lainnya. Tapi saya mencoba dengan teramat sangat, untuk terus memperbaiki diri saya setiap harinya, dengan ilmu agama yang terus saya asah, demi mencapai versi terbaik dari diri saya sendiri. Dan demi kebaikan dunia dan akhirat juga.
Ada beberapa kasus, saya yang dibilang sombong, saya yang menciptakan jarak kepada orang lain, di mana saya sebetulnya hanyalah seorang manusia 'introvert' yang sulit bersosialisasi. Kebetulan saya berada di lingkungan yang penuh dengan orang-orang 'judgmental' dan 'close-minded' ; intinya mereka tidak menyukai perbedaan. Hal ini yang menjadi gesekan besar dan membuat saya terus 'dipukul mundur' supaya saya 'mati' dalam perjalanan saya.
Orang-orang yang tidak mau mencoba merendahkan hati, bahwa mereka juga manusia biasa, bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan, bahwa sebenarnya kita bisa saling bekerja sama dan saling melengkapi.
Satu lagi yang ingin saya garis bawahi:
Selamat Datang Di Sebuah Lingkungan Di Mana Kebersamaan Hanyalah Sebuah Mimpi Kosong
Didukung dengan ego yang berkelanjutan dan watak yang tidak bisa diubah, gesekan besar tadi secara tidak langsung menciptakan sebuah 'win-lose relationship'.
Di mana garis 'finish' hanya milik seseorang dengan peringkat tertinggi. Yang lain hanyalah aksesoris.Yang begitu gampangnya dibuang begitu saja, tanpa menyadari nilai yang selama ini sudah dipegang teguh dan pengabdian yang beralaskan keringat dan air mata tanpa pamrih.
Siapa yang tahu? Atau sebetulnya tahu, tapi pura-pura tidak tahu?
Apa ini semua karena faktor suka? Dan tidak suka? Adilkah itu?
Kalau ngomong keadilan, sering sekali saya mendengar, "di dunia ini tidak ada yang adil."
Bagaimana kalau saya teriak, "then why can't you act like one? Create one? Why can't you be the example?"
Dan ha, ha, ha. Semua omongan saya terdengar seperti 'dark comedy' yang terasa pahit di tetes pertama. Useless.
Being not listened to is one thing, but being underestimated? Well, there's another thing.
Aren't you feel tired with all this drama? Aren't you feel like, "o, you're talking about that sh*t again."?
That's the beauty of close-minded people. They don't evolve.
And they don't care about other people who have no beneficial to them.
Welcome To The Place With The Endless Drama.
skip to main |
skip to sidebar
Labels
- books (1)
- friendship (1)
- heart-to-heart (3)
- movie review (10)
- music (2)
- opening (1)
- personality-psychology stuff (3)
- poetry (1)
- special-occasion (1)
- story-of-my-life (4)
- wish list (3)
- writing (3)


No comments:
Post a Comment