Sunday, January 14, 2024

The Fear and The Worry

I used to be in masculine energy. I was a masculine energy woman. I’m used to building the defense wall so high, so I can’t get hurt. 

Dan belakangan ini luka itu terbuka kembali. Luka di mana aku merasa seperti diinjek-injek, nggak dihargai, nggak diprioritaskan. Aku jadi supermarah sama cowokku sendiri. Dia bahkan mungkin kebingungan dengan sikapku.

I can’t blame him. Aku sebenernya sumber masalah dari semuanya. And, yes, pain changes people, including me. 

Aku terbiasa dengan pola “unseen” dan “unheard”. Aku terbiasa selalu ditinggal oleh orang yang aku sayang setiap kali ada masalah. Jadi begitu cowokku ngasih aku “safety space” yang begitu luas, aku merasa nggak familier. It feels so weird.

Perasaanku selama ini yang nggak pernah dihargai, dilecehkan, diremehkan, membuat aku terbiasa “menyerang”. 

Aku merasa kayak nggak layak ketika menyadari sebegitu sayangnya cowokku sama aku. Aku nggak mengira aku bisa sebegitu leluasanya mengungkapkan kegelisahan dan kemarahanku tanpa membuat dia pergi. Tendensi aku adalah selalu mendorong orang yang aku sayang pergi, karena aku selalu merasa nggak layak disayang. 

Kemarin itu aku udah siap kalau cowokku ninggalin aku. Karena aku familier dengan pola ditinggalkan. Aku udah pasrah kalau hubungan ini gagal lagi. 

Tapi cowokku stay. Dia nggak ke mana-mana. At least untuk saat ini. Bukannya aku mau dia pergi. Aku mau dia ada. Dan aku bersyukur banget dapat cowok seperti itu. Tapi ada bagian dari diriku yang masih menangis, nggak ngerti kenapa dia bisa sesayang itu sama aku. Aku yang nggak sempurna ini. Aku yg rusak ini. I’m a broken person. I used to be the broken pieces. I have wounds. I have traumas. 

Aku memang harus belajar tentang diriku sendiri lebih dalam lagi. Dan aku bersyukur kepada Allah, aku diberi kesempatan untuk aware dan bisa inisiatif memperbaiki ini semua saat ini. 

Mudah-mudahan aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Mudah-mudahan memang cowokku sekarang adalah pasangan yang terbaik yang bisa mendampingiku sampai jannah. Aamiin.