Saturday, September 23, 2017

Happy Birthday To Me? - The Magical of 23 September



When people ask, "what do you want as your birthday?", what would you answer?

Merayakan ulang tahun itu seperti merasakan sebuah "bittersweet" tersendiri. Kenapa? Di saat kita merayakan hari kelahiran kita, di saat itu pula umur kita berkurang. Sounds dark, does it? But, that's the fact.

Jadi, pengennya hadiah apa? Entahlah.

Terkadang ada sih keinginan diberi kejutan oleh orang-orang terdekat. Karena menurutku, bentuk perhatian itu sebetulnya lebih penting daripada hadiah itu sendiri. Bukannya aku tidak senang dikasih hadiah. Karena tidak semua orang ingat ulang tahunku, kan? Aku sendiri bukan tipe yang suka menjadi pusat perhatian. I'm an introvert, remember? But it's nice to be noticed sometimes, especially when it involves to birthday. Yah, walaupun aku tahu dengan kondisi dan situasi seperti sekarang, hal itu sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Deeply inside, I just want to be appreciated.

Nevertheless, I feel so grateful and fortunate to have lived until this very moment. For every precious lesson that I learned, every step that has made me strong and brave, every challenge that I've faced - they all what made me today.

Semua doa dan harapan selalu aku rangkum dalam hati setiap hari, sambil terus mendoakan yang terbaik untuk aku dan keluargaku. 

Di saat aku terseret-seret, di saat aku jatuh, di saat aku bangkit, di saat air mata menetes kemudian mengering, di saat hati sudah tidak sanggup membendung kekecewaan. Di saat itulah aku belajar untuk bangkit, walau hati sudah terlanjur luka, belajar untuk berdamai dengan diri sendiri, belajar untuk terus berharap kepada Allah SWT.

So, happy birthday to me! Hopefully in this beautiful day, every thing becomes beautiful from now on and to the future! :)

Monday, September 18, 2017

Welcome To The Place Where Bad People Don't Realize That They Are Bad To Others

Ke mana moral dan akhak baik manusia saat diperlukan?

Terkadang saya miris melihat tingkah dan moral yang kian lama kian turun, semakin kurangnya tepa selira, kurang menghargai orang lain, kurang mau mengerti kondisi orang lain, semakin banyaknya orang yang gila hormat, suka menghakimi orang lain tanpa mengintrospeksi dirinya sendiri.

Di mana saya berani bilang:

Welcome To The Place Where Bad People Don't Realize That They Are Bad To Others

Saya tidak bilang saya adalah manusia yang paling sempurna, paling baik, paling cantik, dan lainnya. Tapi saya mencoba dengan teramat sangat, untuk terus memperbaiki diri saya setiap harinya, dengan ilmu agama yang terus saya asah, demi mencapai versi terbaik dari diri saya sendiri. Dan demi kebaikan dunia dan akhirat juga.

Ada beberapa kasus, saya yang dibilang sombong, saya yang menciptakan jarak kepada orang lain, di mana saya sebetulnya hanyalah seorang manusia 'introvert' yang sulit bersosialisasi. Kebetulan saya berada di lingkungan yang penuh dengan orang-orang 'judgmental' dan 'close-minded' ; intinya mereka tidak menyukai perbedaan. Hal ini yang menjadi gesekan besar dan membuat saya terus 'dipukul mundur' supaya saya 'mati' dalam perjalanan saya.

Orang-orang yang tidak mau mencoba merendahkan hati, bahwa mereka juga manusia biasa, bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan, bahwa sebenarnya kita bisa saling bekerja sama dan saling melengkapi.

Satu lagi yang ingin saya garis bawahi:

Selamat Datang Di Sebuah Lingkungan Di Mana Kebersamaan Hanyalah Sebuah Mimpi Kosong

Didukung dengan ego yang berkelanjutan dan watak yang tidak bisa diubah, gesekan besar tadi secara tidak langsung menciptakan sebuah 'win-lose relationship'.

Di mana garis 'finish' hanya milik seseorang dengan peringkat tertinggi. Yang lain hanyalah aksesoris.Yang begitu gampangnya dibuang begitu saja, tanpa menyadari nilai yang selama ini sudah dipegang teguh dan pengabdian yang beralaskan keringat dan air mata tanpa pamrih.

Siapa yang tahu? Atau sebetulnya tahu, tapi pura-pura tidak tahu?

Apa ini semua karena faktor suka? Dan tidak suka? Adilkah itu? 

Kalau ngomong keadilan, sering sekali saya mendengar, "di dunia ini tidak ada yang adil." 

Bagaimana kalau saya teriak, "then why can't you act like one? Create one? Why can't you be the example?"

Dan ha, ha, ha. Semua omongan saya terdengar seperti 'dark comedy' yang terasa pahit di tetes pertama. Useless. 

Being not listened to is one thing, but being underestimated? Well, there's another thing.

Aren't you feel tired with all this drama? Aren't you feel like, "o, you're talking about that sh*t again."? 

That's the beauty of close-minded people. They don't evolve.

And they don't care about other people who have no beneficial to them.

Welcome To The Place With The Endless Drama.

Saturday, September 9, 2017

Toxic People - Here and There

Saya gak pernah bisa mengerti kenapa orang bisa bersikap 'toxic' terhadap orang lain, dan tidak merasa bersalah sama sekali. Orang-orang 'toxic' tidak pernah merasa perlu meminta maaf, walaupun dia yang bersalah.

Saya mengenal sebuah lingkungan, yang di mana isinya sebagian besar adalah orang-orang 'toxic' dengan sikap yang 'toxic'. 'Toxic' di sini adalah racun. Yang dimaksud orang 'toxic' adalah orang yang selalu menebarkan sikap negatif terhadap lingkungannya sehingga lingkungan tersebut dalam kuasanya, yang disebut dengan 'toxic behavior'.

Ada yang bersikap sebagai manipulator ulung, dengan tingkat jaim yang luar biasa. Siapapun yang ada di hadapan dia, merupakan orang yang salah, dan dia selalu benar. Ketika orang ini salah, dia dengan tenang menunjuk dengan tangannya, dan mengatakan bahwa orang ini merupakan sumber masalah dari semua masalah. Orang-orang 'toxic' selalu berfokus kepada masalah, bukan solusi.

Ada juga yang selalu iri atas keberhasilan orang lain. Ketika ada maunya, dia baru baik kepada orang itu, ketika gak ada maunya, dia akan berusaha sekuat mungkin menjelek-jelekkan orang tersebut supaya namanya buruk di hadapan orang lain. Bahkan tak segan membuat fitnah. 

Bayangkan kalau orang 'toxic' ini lebih dari satu. Grup orang 'toxic' juga tidak membuat keadaan lebih baik, tapi lucunya ada beberapa situasi yang membuat yang berwenang cenderung 'mengabaikan' fakta ini demi kepentingan pribadi.

Saya bersyukur diberikan pelajaran tentang hal ini, jadi saya mengetahui apa yang harus dilakukan.

Saran saya, apabila kalian sudah tidak tahan dengan lingkungan seperti ini, jauhkan diri kalian darinya. Karena hal ini bisa menjadi penyebab berbagai macam penyakit mematikan, dan tidak bisa dianggap remeh.

Berikut link dari salah satu artikel yang saya temukan mengenai ciri-ciri 'toxic people':
Ciri-ciri 'Toxic People'