Sunday, November 28, 2021

Kehilangan

 I just lost one of my team members yesterday and it was quite devastating.

Aku nggak pernah terpikir bahwa bawahanku ini bisa mempunyai kisah cinta yang sedih seperti ini. Kinerjanya sudah menurun sejak istrinya meninggal tahun lalu. Setelah aku bicara dengan anaknya kemarin, aku langsung menyadari bahwa he was brokenhearted and overwhelmingly lost in his mind. Dibalut dengan rasa bersalah karena tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami, dia sampai rela kehilangan nyawanya untuk bisa menyusul istrinya ke akhirat.

Don't you think it's like a tragic love story? 

I learned a whole new level for love and responsibility as a husband and wife from him. Bahwa ternyata untuk menjadi suami dan istri itu nggak cuma melulu sekedar kelihatan ke mana-mana berdua, trus bikin anak, trus keliatan mewah dengan segala materi yang ada. Tapi memang tanggung jawab yang diemban benar-benar dibawa sampai ke hadapan Yang Maha Kuasa. Dan kurasa bawahanku ini sadar.

Aku rasa dia pengen minta maaf sama almarhum istrinya, menyadari kesalahannya dan tidak bisa memenuhi tanggung jawabnya dengan baik, pengen nangis senangis-nangisnya. Aku bahkan nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Bingung.

Saat ini aku cuma berdoa semoga almarhum diberikan ketenangan di sana, diampuni segala dosanya, dan terkabul doanya untuk bisa ketemu dengan istrinya lagi dan meminta maaf sama istrinya. Al-Fatihah.

No comments:

Post a Comment