Maksudku, ada kisah di balik cerita kita. Diibaratkan dua buah papan puzzle yang berhadapan, kedua puzzle itu mempunyai gambar yang berbeda namun berhubungan. Jika satu gambar tidak disatukan, satu gambar lagi juga tidak bisa diselesaikan.
Penerapannya ke novel kita adalah kalau kamu mau membuat sebuah cerita, tentu ada alasan kenapa sang tokoh utama yang terpilih. Sang tokoh utama di sini menjadi tokoh yang dengan rajin kita 'jatuhkan' berkali-kali yang pada akhirnya, tentu saja, menjadi 'pahlawan'. Alasan kenapa dia bisa terpilih itulah yang menjadi kerangka 'terselubung'. Dan kisah dia yang ada di novel kita itu yang menjadi kerangka yang 'terlihat'. Yang membuat kerangka 'terlihat' itu menjadi kokoh adalah kerangka 'terselubung' ini. Jika kerangka 'terselubung' kita lemah, maka kerangka 'terlihat' akan kelihatan sangat biasa, pembaca bahkan cenderung kurang greget.
Jadi, buatlah kerangka 'terselubung' sedetail dan serapi mungkin, urutan karakter, plot, timing, setting, dan elemen-elemen cerita lainnya, supaya kerangka 'terlihat' kita jadi berdiri tegak dan bikin pembaca penasaran.
Potongan-potongan gambar puzzle kita yang ada di kerangka 'terselubung' ini yang nanti melengkapi gambar di kerangka 'terlihat' kita. Makanya, sekali lagi aku ingatkan, jangan lupa elemen-elemen cerita tadi dirapikan, dibuat sedetail mungkin. Aku yakin cerita kamu jadi semakin menstimulasi keingintahuan pembaca.
Letakkan kepingan-kepingan puzzle dari kerangka 'terselubung' tadi di kerangka 'terlihat'. Terserah kamu susunannya bagaimana. Tapi yang jelas, di akhir cerita, potongan-potongan puzzle dari dua kerangka kamu harus sudah bersatu dan utuh.
Siapkan dua kerangka kamu dari sekarang, gerakkan pulpen kamu, dan susun rapi barisan mereka! Kamu akan takjub dengan hasilnya. Siapa yang mengira puzzle-puzzle itu dilahirkan dari otak kamu? :)
Penerapannya ke novel kita adalah kalau kamu mau membuat sebuah cerita, tentu ada alasan kenapa sang tokoh utama yang terpilih. Sang tokoh utama di sini menjadi tokoh yang dengan rajin kita 'jatuhkan' berkali-kali yang pada akhirnya, tentu saja, menjadi 'pahlawan'. Alasan kenapa dia bisa terpilih itulah yang menjadi kerangka 'terselubung'. Dan kisah dia yang ada di novel kita itu yang menjadi kerangka yang 'terlihat'. Yang membuat kerangka 'terlihat' itu menjadi kokoh adalah kerangka 'terselubung' ini. Jika kerangka 'terselubung' kita lemah, maka kerangka 'terlihat' akan kelihatan sangat biasa, pembaca bahkan cenderung kurang greget.
Jadi, buatlah kerangka 'terselubung' sedetail dan serapi mungkin, urutan karakter, plot, timing, setting, dan elemen-elemen cerita lainnya, supaya kerangka 'terlihat' kita jadi berdiri tegak dan bikin pembaca penasaran.
Potongan-potongan gambar puzzle kita yang ada di kerangka 'terselubung' ini yang nanti melengkapi gambar di kerangka 'terlihat' kita. Makanya, sekali lagi aku ingatkan, jangan lupa elemen-elemen cerita tadi dirapikan, dibuat sedetail mungkin. Aku yakin cerita kamu jadi semakin menstimulasi keingintahuan pembaca.
Letakkan kepingan-kepingan puzzle dari kerangka 'terselubung' tadi di kerangka 'terlihat'. Terserah kamu susunannya bagaimana. Tapi yang jelas, di akhir cerita, potongan-potongan puzzle dari dua kerangka kamu harus sudah bersatu dan utuh.
Siapkan dua kerangka kamu dari sekarang, gerakkan pulpen kamu, dan susun rapi barisan mereka! Kamu akan takjub dengan hasilnya. Siapa yang mengira puzzle-puzzle itu dilahirkan dari otak kamu? :)


