Monday, November 27, 2023

Create My Own Happiness

Ketika aku merasakan kesepian akhir-akhir ini, yang menurutku entahlah, terlalu membuatku terusik, aku seperti mati gaya. Sebuah hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku biasanya memahani kesibukan cowokku. Memang setiap akhir tahun dia akan berkutat dengan seribu kegiatan audit yang melelahkan. Untuk kali ketiganya aku menemaninya, ini terasa lucu buatku. Karena biasanya aku tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal seperti ini, tapi sekarang terasa lebih... dalam aja. Apa karena aku mulai merindukan intimasi? Atau aku mulai merasa lelah? Aku mulai ingin mengontrol?

Akhirnya aku merenung dan mencoba introspeksi, mungkin ini salah satu fase di mana aku harus menerima fakta bahwa aku harus bisa membahagiakan diriku sendiri. Tanpa menggantukankan kebahagiaanku pada pasanganku. Apakah ini salah satu defense mechanism-ku? Am I being in denial?

Aku sudah mencoba mengkomunikasikan ini dengan cowokku dan sepertinya dia belum bisa memenuhi keinginanku 100%. Kadang aku mulai mempertanyakan kembali keseriusannya. Kadang aku dilema.

Kedilematisan inilah yang kadang aku lepaskan dengan cara meditasi. Aku ingatkan diriku sendiri bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Mungkin saja Tuhan sedang menguji, sejauh mana "kemelekatan"-ku pada pasanganku sendiri. 

Aku juga sedang mengalami kekecewaan yang membuatku meragukan diriku sendiri. Aku benci dibanding-bandingkan. Apakah membahagiakan keluargaku itu tidak boleh memakai caraku sendiri? Haruskah aku memakai standar orang lain? Apa dia tahu kondisi keluargaku yang sebenarnya?

Kekecewaan berlapis yang aku rasakan ini semakin memuncak seiring selesainya cutiku. Bukannya merasa terhibur dengan liburanku, aku malah menambah beban pikiranku sendiri. Lagi-lagi aku menenangkan diri dengan meditasi. I really need it. To restore my sanity.

My life's not perfect, but I completely grateful for it. And I think it's more than enough. God's given me much I can't be more blessed. 

No comments:

Post a Comment