Satu waktu ketika menyadari bahwa ada "musuh dalam selimut" di dalam hidupmu, dan selama ini begitu bodohnya bercerita tentang semuanya pada orang itu.
"The backstabber" - I may have called it.
Ternyata gak gampang mencari seorang teman baik, yang ikhlas berteman dengan kita, yang tidak segampang itu menimbulkan permusuhan dengan temannya sendiri.
Satu hal yang disadari, bahwa orang ini tidak cukup dewasa untuk menilai bahwa dirinya yang salah, telah mencampuri hidup orang lain, tanpa sadar bahwa dia sendiri tidak becus mengurus hidupnya.
Aku hanya bisa mendoakan semoga dia bisa mendapat hidayah untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan menyadari bahwa dia harus segera minta maaf setulus-tulusnya kepada orang-orang yang sudah dia sakiti, jika dia ingin bahagia dalam hidupnya.
skip to main |
skip to sidebar
Labels
- books (1)
- friendship (1)
- heart-to-heart (3)
- movie review (10)
- music (2)
- opening (1)
- personality-psychology stuff (3)
- poetry (1)
- special-occasion (1)
- story-of-my-life (4)
- wish list (3)
- writing (3)


No comments:
Post a Comment